something wrong about mindset
March 10th, 2009 by alfapowerJakarta (alphablogy relay from antara online) - Dirjen Bimas Islam Depag, Pak Profesor Doktor Nasaruddin Umar mengatakan, “ada yang salah pada umat Islam”, sehingga semakin banyak sempalan, semakin banyak aliran keras dan semakin banyak terorisme.
“Tokoh agama sama saja dengan tokoh politik. Orang pulang haji sejajar dengan camat, jadi bukan nilai spiritualnya yang dikedepankan,” kata Dirjen Bimas Islam Depag Pak Profesor Doktor Nasaruddin Umar dalam pengarahannya pada Rapat Kerja Ditjen Bimas Islam di Jakarta, Jumat malam 21 nopember 2008.
Dikatakan Pak Nasarudin, selain sistem global sekarang ini dibangun di atas landasan yang sangat politis, juga dilandasi sistem yang sangat kapitalis.
Krisis global yang mulai dirasakan saat ini ke Indonesia merupakan akibat dari sistem ekonomi riba, sementara negara-negara yang membangun mata uangnya dengan landasan yang benar tetap stabil.
“Riyal dari dulu ya seperti itu, sementara kurs dolar terhadap rupiah
dulu Rp2.500 sekarang sudah Rp12 ribu, melewati ambang batas psikologis,”
katanya.
Masyarakat saat ini juga sudah semakin pragmatis yang berdasarkan sekedar untung rugi, sementara tenggang rasa dan gotong-royong semakin terkikis.
“Sedemikian rasional sehingga banyak dimensi agama yang dihilangkan, hanya salatnya diambil tetapi tidak menjiwainya, juga semakin sekuler di mana agama ya agama, dunia ya dunia,” katanya.
Sementara itu, banyak desa di pelosok yang ditinggal ustad-nya karena tak kuat jauh dari keluarga, lalu berkumpul di kota-kota, tambahnya.
Segala kenyataan ini, ujarnya, harus dicermati oleh para agamawan sehingga berbagai persoalan tersebut bisa lebih diantisipasi dan sempalan-sempalan tidak tumbuh dengan dengan mudah di tengah masyarakat.
Resapi…..pahami……rasakan…….islam is universal…….kita tidak tumbuh dalam stigma mindset “apa kata pak kyai”…….kita ya kita……kita yang harus mempertanggungjawabkan sendiri apa yang kita pilih & lakuken……kyai/ulama tidak salah……kalau semua kesalahan langkah kita dibebankan sama mereka…..ga ada yang pengin jadi ulama/kyai……kasian kan nanggung dosa yang mereka sendiri nggak lakuken……kita ini khalifah……pemimpin diri kita sendiri……choose your own way……karena kita sebenarnya gak tau apa yang kita lakukan itu dah bener apa belum di mata ALLAH SWT…….semua orang menganggap, bahwa yang dianutnya paling dan paling benar……yang lain salah, apalagi yang berbeda……karena kemampuan dan pengalaman religius tiap orang berbeda-beda……kita pun gak bisa jamin dan yakin bahwa kita di akhirat masuk surga……kenapa kalo gak yakin pake acara influenty to other people……kalo kita bener trus masuk sorga, wah itu adalah indah sekali…..tapi kalo ntar ajaran kita dicap ALLAH besok”sesat” trus masuk neraka beserta pengikut-pengikut yang ngekor kita gimana……kesian kan……kita ini makhluk yang punya “WILL”……saatnya kita berbakti pada hidup kita……ini adalah pengalaman religiusku…..what next ???…….I don’t know……pasrah……nrimo ing pandum